Posted by : Asmar Tahirman Senin, 20 Oktober 2014


Teori pertukaran sosial merupakan bagian dari teori komunikasi interpersonal yang menjabarkan bagaimana seseorang tinggal dan memasuki suatu interaksi sosial dengan mempertimbangkan konsekuensi yang didapatkan dari suatu interaksi interpersonal tersebut. Teori pertukaran sosial ini dikembangkan oleh Thibaut dan Kelley dapat dipraktikkan dalam konteks komuniukasi interpersonal, dan komunikasi kelompok kecil. Teori ini secara umumm lebih sering digunakan untuk menganalisis perilaku komunikasi interpersonal.
Dasar Teori Pertukaran Sosial
Teori pertukaran sosial yang dikembangkan oleh Thibaut dan Kelley ini memiliki asumsi bahwa orang akan secacra sukarela memasuki dan tinggal dalam suatu interaksi sosial dengan mempertimbangkan konsekuensi yang terjadi yaitu untung rugi. Pada dasarnya, dalam membangun sebuah interaksi sosial yang memungkinkan individu untuk memaksimalkan keuntungan yang diperoleh.
Pada tahun 1986, sabatelli dan pearce melakukan penelitian terhadap individu yang telah melakukan hubungan pernikahan, ditemukan bukti bahwa rasa percaya yang tinggi merupakan hal yang sangat diharapkan oleh pasangan suami istri. Saling memperhatikan, saling mencintai dan bersama-sama membangun komitmen. Dengan kata lain dalam kerangka pikiran orang akan merasakan nyaman ketika imbalan yang didapatkan lebih besar dari tingkat perbandingan.
Disetiap kehidupan manusia sebagai individu memiliki berbagai alternatif dari comparison level sebagai perbandingan dari keuntungan yang diperoleh dalam suatu interaksi sosial. Dengan pemahaman lain bahwa jika dalam suatu interaksi sosial orang akan melihat dan meyakini bahwa ada keuntungan dari sebuah interaksi sosial berikutnya. Maka orang akan memutuskan hubungan yang dilakukan sekarang dan mengambil keputusan untuk mengambil keputusan untuk memasuki suatu hubungan baru yang lebih memberikan keuntungan.
Asumsi tentang perhitungan antara ganjaran dan keuntungan (untung-rugi) tidak berarti bahwa orang selalu berusaha untuk saling mengeksploitasi, tetapi bahwa orang lebih memilih lingkungan dan hubungan yang dapat memberikan hasil yang diinginkannya (Burhan Bungin: 2008,267).

Beberapa Tokoh Pertukaran Sosial serta Kajiannya

1. Teori Pertukaran Sosial Thibaut dan Kelly
Pada umumnya, hubungan sosial terdiri daripada masyarakat, maka kita dan masyarakat lain dilihat mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi dalam hubungan tersebut, yang terdapat unsur ganjaran (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit).
Menurut Thibault dan Kelley, empat konsep pokok dari teori ini adalah: ganjaran, biaya, laba dan tingkat perbandingan
- Ganjaran adalah setiap akibat yang dinilai (+) yang diperoleh seseorang dalam suatu hubungan. Kita akan menyukai orang yang menyukai kita; kita akan menyenangi orang yang memuji kita
- Biaya adalah akibat yang dinilai (-) yang terjadi dalam suatu hubungan. Biaya dapat berupa waktu, usaha, konflik, kecemasan dan keruntuhan harga diri.
- Laba atau hasil adalah ganjaran yang dikurangi biaya.
- Tingkat perbandingan menunjukkan ukuran baku yang dipakai sebagai kriteria dalam menilai hubungan individu.
2. Teori Pertukaran Sosial George C. Homans
Menurut Homans, “Semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang, makin sering satu betuk tindakan tertentu memperoleh imbalan, makin cenderung orang tersebut menampilkan tindakan tertentu tadi”, Makin tinggi nilai hasil suatu perbuatan bagi seseorang maka makin besar pula kemungkinan perbuatan tersebut di ulangnya kembali. Letak pembeda utama teori Homans ini memiliki tiga ciri: Pertama, Dasar dari perilaku sosial itu pada pokoknya ialah proses pertukaran perilaku. Kedua, perilaku sosial pada dasarnya berjalan secara alami dan spontan muncul pada saat mengadakan interaksi. Ketiga, perilaku sosial pada dasarnya disebut dyad pada group kecil dan ini merupakan pondamen dasar dari bangun sosial yang lebih besar.
                                                
3. Teori Pertukaran Sosial Peter M. Blau
Blau mengatakan tidak semua perilaku manusia dibimbing oleh pertukaran sosial, tetapi dia berpendapat kebanyakan memang demikian. Social Exchange yang dimaksudkan dalam teori Blau ialah terbatas pada tindakan-tindakan yang tergantung pada reaksi-reaksi penghargaan dari orang lain dan berhenti apabila reaksi-reaksi yang diharapkan itu tidak kunjung muncul.

Asumsi Dasar Teori Pertukaran Sosial
Asumsi-asumsi yang dibuat oleh teori pertukaran sosial mengenai sifat dasar dari suatu hubungan :
1.  Hubungan memiliki sifat saling ketergantungan. Dalam suatu hubungan ketika seorang partisipan mengambil suatu tindakan, baik partisipan yang satu maupun hubungan mereka secara keseluruhan akan terkena akibat.
2.  Kehidupan berhubungan adalah sebuah proses. Pentingnya waktu dan perubahan dalam kehidupan suatu hubungan. Secara khusus waktu mempengaruhi pertukaran karena pengalaman-pengalaman masa lalu menuntun penilaian mengenai penghargaan dan pengorbanan, dan penilaian ini mempengaruhi pertukaran-pertukaran selanjutnya.
Teori ini bisa digunakan untuk meneliti fenomena hubungan sosial seseorang atau kelompok yang pindah atau berganti teman atau afiliasi kelompok. Tinggal di kelompok kemudian keluar dan masuk M. Dengan menggunakan konsep-konsep dasar terebut sebagai variabel independen dan tindakan pindah atau berganti sebagai variabe dependen (Hamidi, 2007, 76)

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_pertukaran_sosial
baca juga di Hidup mesti merasa hidup

Leave a Reply

Terimah Kasih :). balik lagi yaah dipostinganku yg lain :)

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Hidup Mesti Merasa Hidup - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -